Sosialisme Bung Hatta
Oleh: DR. Efrinaldi, M.Ag.
(Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Imam Bonjol Padang dan Peneliti pada The Center for Research and Development Studies (CRDS), Jakarta)
Paham kemasyarakatan Islam bercorak sosialisme. Islam menjunjung tinggi penegakan nilai-nilai keadilan. Bung Hatta (1902-1980), salah seorang Proklamator RI asal Minang, dalam karyanya yang monumental Islam, Society, Democracy and Peace (1955: 24) berpendapat bahwa umat Islam dari berbagai negeri berkewajiban untuk berjuang menegakkan keadilan sosial. Pada dasarnya keadilan sosial merupakan refleksi dari keadilan Ilahi, di mana tidak ada lagi kemiskinan, karena orang-orang miskin menjadi tanggung jawab dan perhatian bersama dari masyarakat.
Sosialisme muncul sebagai suatu istilah umum bagi doktrin ekonomi dan filsafat politik yang menentang kemutlakan milik perseorangan, dan menyokong pemakaian milik tersebut untuk kesejahteraan umum. William L. Reese (1998: 713) mengemukakan bahwa sosialisme (socious; comrade) merupakan suatu istilah yang mengacu kepada suatu persekutuan, yang didirikan di atas prinsip kebersamaan dalam kepemilikan, baik soal produksi dan distribusi untuk kesejahteraan umum. (more…)






