Kekuatan Politik Pengibuan
Oleh : Maria Hartiningsih
Kesan kuat ketika bertemu dengan Taty Almeida (79) dan Aurora Morea (84) adalah betapa usia biologis tak mampu menggerus semangat juang kedua perempuan itu. Jabat tangan mereka terasa hangat dan kuat, suaranya tegas, meski matanya memancarkan suatu rasa yang sulit diterjemahkan dalam kata-kata.
Barangkali itulah luka yang tak tersembuhkan dari para ibu yang anak-anaknya dihilangkan junta militer di Argentina tahun 1976-1983, diawali pada masa pemerintahan Jenderal Jorge Rafael Videla. Sekitar 30.000 anak laki-laki, perempuan, suami, cucu, keponakan dihilangkan karena dianggap sebagai pendukung gerakan ”kiri”, dan melakukan kegiatan yang dianggap ”subversif”.
”Kami, para ibu, mengalami penderitaan yang sama setelah anak-anak kami dihilangkan,” ujar Taty.
Meski seperti halnya Aurora, Taty juga mengatakan, ”Mereka yang dihilangkan adalah anak-anak kami,” keduanya tak menolak berbicara tentang anak-anak mereka. Tampaknya mereka menempatkan anak-anaknya secara sosial masih tetap bersama mereka, sebagaimana ingatan yang selalu dihidupi cinta. Anak-anak itu adalah api semangat untuk terus berjuang demi pengungkapan kebenaran dan penegakan keadilan.
Mereka bergabung dengan The Mothers of the Plaza the Mayo pada tahun 1976. Aurora kehilangan putrinya, Susana Elena Pedivri de Bronzel, dan menantunya pada 27 Juli 1976 menyusul ibu dari menantunya dan menantu laki-laki yang lain. (more…)







