INDEPOLIS

Institute for Democracy and Political Justice
Subscribe

Maria Ulfah

November 30, 2009 By: Lely Category: GENDER

Perempuan Indonesia pertama yang bergelar meester in de rechten (sarjana hukum), pernah menjabat menteri sosial pada Kabinet Syahrir, jadi anggota DPA, aktif dalam pergerakan politik. Suaminya yang pertama, Mr. Santoso, adalah bekas sekjen Departemen P dan K (menikah 28 Pebruari 1938 di Kuningan). Gugur di Yogya dalam agresi Belanda ke II, 1948.

Pernikahannya yang kedua dengan Soebadio Sastrosatomo, tokoh PSI (Partai Sosialis Indonesia) itu – yang dilakukan dengan minta izin dulu kepada Presiden Soekarno. Ia satu-satunya perempuan Indonesia yang untuk menikah perlu minta izin terlebih dulu kepada kepala Negara.
Ia hadir pula dalam Kongres Perempoean Indonesia di Yogya. “Dalam kongres itulah saya berkenalan pula dengan tokoh-tokoh pergerakan kebangsaan seperti Wilopo, Soemanang dan lain-lain”, tuturnya.

Dan karena kongres itu oleh Belanda dianggap salah satu kegiatan dari pergerakan kebangsaan, maka PID (Politieke Inlichtingen Dienst, polisi rahasia Belanda) mengawasinya. Maria sendiri tak luput dari inceran PID, meski ia bukan anggota sesuatu partai politik. Pertama kali, ia aktif dalam Perwari. Baru tahun 1955 ia aktif masuk organisasi politik, PSI.