December 01, 2009
By: Lely
Category: KAJIAN DAN OPINI
Oleh : Ivan Hadar
|
| Fenomena kebangkitan neo-sosialisme Amerika Latin menarik perhatian dunia, termasuk di Indonesia.Umum disepakati, ada dua kecenderungan gerakan neo-sosialisme di Amerika Latin. Di satu sisi, (pemerintahan) yang dinilai ”pragmatis”, ”rasional”, dan ”modern” yang ada di Cile, Brasil, dan Uruguay berhadapan dengan kiri yang ”demagogis”, ”nasionalistis”, dan ”populistis” di Venezuela, Bolivia, Paraguay, dan Argentina.
Namun, ada yang mengatakan, ada kecenderungan yang lebih banyak, lebih rumit, karena bergantung pada lahan tempatnya bersemai. FR Gallegos (2008), misalnya, mengatakan, neo-sosialisme Amerika Latin diwarnai warisan kelembagaan neo-liberalisme, pengaruh dan posisi gerakan sosial, serta sejarah perkembangan parpol progresif pada tiap negara tempatnya bertumbuh kembang. Dengan demikian, ada lebih dari dua kecenderungan— meski semuanya memiliki kemauan yang sama—yaitu melawan agenda neo-liberal lewat penguatan negara dan perbaikan kondisi sosial. Read the rest of this entry → |
No Comments →
December 01, 2009
By: Lely
Category: KAJIAN DAN OPINI
Oleh: Ivan A Hadar
|
|
Tanggal 5 Maret 2009 genap 100 tahun Sutan Sjahrir. ”Bung Kecil”, begitu Sjahrir dijuluki, tercatat sebagai tokoh sentral perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya bidang politik dan diplomasi.
Dikenal cerdas, Sjahrir saat berusia 19 tahun mengambil bagian dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Pada usia 36 tahun Sjahrir terpilih sebagai Perdana Menteri I RI.
Piawai di meja perundingan, Sjahrir mendirikan Partai Rakyat Sosialis, lalu berganti nama menjadi Partai Sosialis Indonesia (PSI). Dalam Pemilu 1955, PSI gagal meraup suara yang signifikan. Lima tahun kemudian PSI dibubarkan Presiden Soekarno. Read the rest of this entry → |
No Comments →
December 01, 2009
By: Lely
Category: KAJIAN DAN OPINI
Oleh : Syaiful Bahari (Ketua Dewan Pengurus Nasional PPR)
Beberapa waktu yang lalu Kanwil Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia NAD telah meloloskan 12 partai lokal sebagai bagian dari realisasi kesepakatan damai Aceh antara GAM dengan pemerintah Indonesia. Kehadiran partai lokal di Aceh secara tidak langsung menandai perubahan anatomi sistem kepartaian di Indonesia. Keberadaan partai lokal sebenarnya sudah lama dikenal di masa demokrasi parlementer pada tahun 1950-an seperti Partai Dayak di Kalimantan yang turut berpartisipasi dalam Pemilu 1955. Hanya saja sejak Orde Baru berkuasa dan jumlah partai dipangkas menjadi tiga partai (Golkar, PDI dan PPP), referensi tentang partai lokal hilang dari sistem kepartaian Indonesia yang kemudian lebih didominasi oleh wacana partai nasional.
Sampai saat ini walaupun partai lokal telah mendapatkan status legalnya dari pemerintah namun posisinya sebagai partai yang mempunyai hak untuk ikut serta dalam Pemilu belum memperoleh kepastian. Masih ada keengganan atau kekhawatiran dari partai-partai nasional melalui fraksinya di DPRD untuk tidak memberikan ruang gerak yang lebih luas pada partai lokal untuk memasuki arena politik Pemilu. Mengingat ketika Pilkada banyak kandidat dari partai-partai nasional dikalahkan oleh calon independen. Kenyataan ini membuat mereka untuk bersikap lebih hati-hati lagi dalam mengahadapi partai lokal dalam pemilihan legislatif. Read the rest of this entry →
No Comments →
December 01, 2009
By: Lely
Category: KAJIAN DAN OPINI
Oleh: DR. Efrinaldi, M.Ag.
(Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Imam Bonjol Padang dan Peneliti pada The Center for Research and Development Studies (CRDS), Jakarta)
Paham kemasyarakatan Islam bercorak sosialisme. Islam menjunjung tinggi penegakan nilai-nilai keadilan. Bung Hatta (1902-1980), salah seorang Proklamator RI asal Minang, dalam karyanya yang monumental Islam, Society, Democracy and Peace (1955: 24) berpendapat bahwa umat Islam dari berbagai negeri berkewajiban untuk berjuang menegakkan keadilan sosial. Pada dasarnya keadilan sosial merupakan refleksi dari keadilan Ilahi, di mana tidak ada lagi kemiskinan, karena orang-orang miskin menjadi tanggung jawab dan perhatian bersama dari masyarakat.
Sosialisme muncul sebagai suatu istilah umum bagi doktrin ekonomi dan filsafat politik yang menentang kemutlakan milik perseorangan, dan menyokong pemakaian milik tersebut untuk kesejahteraan umum. William L. Reese (1998: 713) mengemukakan bahwa sosialisme (socious; comrade) merupakan suatu istilah yang mengacu kepada suatu persekutuan, yang didirikan di atas prinsip kebersamaan dalam kepemilikan, baik soal produksi dan distribusi untuk kesejahteraan umum. Read the rest of this entry →
No Comments →
December 01, 2009
By: Lely
Category: KAJIAN DAN OPINI
Oleh Syaiful Bahari
Gerakan sosial merupakan fenomena dan entitas sosial yang selalu terus berubah mengikuti tahap-tahap perkembangan masyarakat. Gerakan sosial bukanlah sesuatu yang baru dalam sejarah masyarakat modern. Kemunculannya telah lama dikenal seiring dengan menguatnya kontradiksi sosial-ekonomi yang terjadi di dalam masyarakat yang akarnya ditemukan dalam sistem feodalisme atau pra kapitalisme. Pergeseran sistem masyarakat komunal ke masyarakat feodal sebagai penopang kekuasaan aristokrasi telah menciptakan dominasi dan stratifikasi sosial yang semakin jelas antara golongan kecil masyarakat yang menguasai dan menikmati hak-hak istimewa dalam relasi sosial-ekonomi atau “relasi produksi” menurut Marx dengan golongan mayoritas masyarakat yang tidak memiliki hak atau haknya terpinggirkan.
Gerakan sosial selalu dicirikan oleh adanya protes-protes yang bersifat sporadis, tidak dapat bertahan lama dan kurang terorganisir, dimana dalam gerakan tersebut tidak ada keanggotaan tetap dan tidak memiliki jalur atau jenjang keorganisasian yang dapat terus mereproduksi kekuatan gerakan. Ikatan yang dapat menyatukan orang-orang atau kelompok dalam gerakan lebih didasarkan pada keprihatinan, perasaan senasib dan kepentingan bersama. Namun gerakan sosial selalu mengalami pasang surut perubahan dan perkembangan. Tulisan ini secara umum ingin menjelaskan tentang kondisi yang melatar belakangi kemunculan gerakan sosial dan perkembangannya dari waktu ke waktu, serta bagaimana relasinya dengan kekuatan politik dan negara. Read the rest of this entry →
No Comments →