Mengapa Sosial Demokrasi Menjadi Pilihan ?
(Bagian 1) – Dikutip dari Buku Saku Membangun Sosial Demokrasi Indonesia – INDEPOLIS-FES Indonesia
- Pengantar
Reformasi 1998 telah mendorong bangsa Indonesia memasuki tahap demokratisasi. Sebagian besar pengamat menilai proses demokratisasi di Indonesia dianggap sukses dengan bukti mampu meliberalisasikan sistem politik dalam waktu cepat terhadap warisan rezim Orde Baru yang berwatak otoriter dan sentralistik.
Dalam sepuluh kali Pemilu di Indonesia (1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009), Pemilu 1955 patut dicatat dan dibanggakan sebagai Pemilu yang pertama kali berhasil diselenggarakan dengan aman, lancar, jujur dan adil serta sangat demokratis. Pemilu ini diikuti oleh lebih 30-an partai politik dan lebih dari seratus daftar kumpulan dan calon perorangan. Memiliki tingginya kesadaran berkompetisi secara sehat, misalnya, meski yang menjadi calon anggota DPR adalah perdana menteri dan menteri yang sedang memerintah, mereka tidak menggunakan fasilitas negara dan otoritasnya kepada pejabat bawahan untuk menggiring pemilih yang menguntungkan partainya. Setelah 1955, hanya Pemilu 1999 yang dinilai paling demokratis, yakni Pemilu yang banyak diikuti oleh partai-partai politik dan tingkat partisipasi pemilih, termasuk pemilih perempuan, yang tinggi. Pemilu tersebut secara radikal telah memperkenalkan struktur politik di Indonesia.
Perubahan lain yang mencolok adalah diselenggarakannya Pemilihan Preseiden/Pilpres dan Pemilihan Kepala Daerah/Pilkada secara langsung baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya ketika di bawah kekuasaan Orde Baru. Demikian juga dengan kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi yang kini secara bebas menyuarakan aspirasinya tanpa khawatir dibredel pemerintah. Peran militer yang semasa Orde Baru sangat dominan dan ditakutkan, di bawah Orde Reformasi dikembalikan kepada peran dan fungsinya sebagai institusi pertahanan negara.
Perubahan situasi politik yang dialami Indonesia pada pasca Reformasi tidak terlepas dari arus gelombang demokratisasi yang terjadi di negara-negara berkembang lainnya yang selama ini kebanyakan di bawah rezim otoriter. Ciri utama dari perubahan tersebut adalah menciptakan liberalisasi di bidang politik, hukum dan pemerintahan. Di Indonesia isu desentralisasi dan otonomi daerah menjadi bagian penting dari agenda demokratisasi. (more…)










