INDEPOLIS

Institute for Democracy and Political Justice
Subscribe

Archive for the ‘KAJIAN DAN OPINI’

Perkembangan Kelembagaan Partai Politik

December 01, 2009 By: Lely Category: KAJIAN DAN OPINI

Wednesday, 18 February 2009 22:18
Oleh: Ulla Fionna, Ph.D


Jatuhnya Soeharto pada 1998 menjadi titik balik bagi partai politik di Indonesia. Tapi sejauh mana partai politik di Indonesia telah melembaga di negara ini? Artikel singkat ini akan mencoba menganalisis sejarah perkembangan parpol Indonesia dan membandingkannya dengan hasil penelitian penulis di akar rumput (grassroots) tingkat lokal di Malang, dalam rangka menganalisis kemajuan parpol selama masa reformasi.

Pada dasarnya sejarah Indonesia mencatat bahwa parpol di Indonesia tidak pernah dapat berkembang dengan baik karena alasan yang beragam. Dalam masa awal sejarahnya, walaupun banyak partai yang berawal dari perkumpulan massal dan mendapat dukungan publik yang besar (seperti Partai Komunis Indonesia/PKI dan Sarekat Islam/SI), partai tidak dapat mengembangkan potensinya. Mulai awal masa kemerdekaan Indonesia sampai berakhirnya Orde Lama pada 1966, sangat sulit bagi parpol untuk berkembang. Dengan dana dan sumber daya manusia yang terbatas, partai-partai pada masa itu tidak dapat mengembangkan sayap di daerah-daerah dengan baik. (more…)

Partai Politik Di Mata Publik

December 01, 2009 By: Lely Category: KAJIAN DAN OPINI

Oleh : Syaiful Bahari1

Sungguh ironis di tengah gelombang demokratisasi di sebagian besar negara partai politik  dari waktu ke waktu semakin kehilangan populeritasnya di mata masyarakat.  Padahal partai politik merupakan salah satu pilar dari sistem demokrasi. Menurunnya populeritas partai politik tidak hanya merupakan gejala nasional seperti pengalaman Indonesia tetapi hampir menjadi gejala umum baik di negara-negara demokrasi lama maupun di negara-negara demokrasi baru.

Di negara-negara industri maju yang memiliki sejarah demokrasi yang cukup panjang animo masyarakat terhadap partai semakin berkurang terutama di kalangan golongan muda. Di Amerika Latin hanya 1 dari 5 orang yang masih percaya dengan partai politik, sementara 45 persen tidak percaya, di Korea Selatan 4 dari 5 orang tidak percaya dengan partai, dan di negara-negara pasca Komunis 7 dari 8 orang tidak percaya dengan partai. Erosi kepercayaan masyarakat tidak hanya terhadap partai tetapi juga lembaga legislatif. Di Korea Selatan dan negara-negara pasca Komunis tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif hanya 22 persen, sementara di Amerika Latin rata-rata hanya 28 persen (Larry Diamond dan Richard Gunther, 2001). (more…)

Dari Demokrasi Politik Menuju Demokrasi Sosial

December 01, 2009 By: Lely Category: KAJIAN DAN OPINI

Dari Demokrasi Politik Menuju Demokrasi Sosial

Written by Nuruz Zaman Amin
Saturday, 16 May 2009 16:12

“Kekurangan yang krusial yang diderita oleh ‘elit modern’ di kebanyakan negara, adalah tiadanya hubungan organis antara mereka dengan rakyat, baik di medan politik, sosial maupun budaya, dan bahkan di medan keruhanian dan keagamaan. Karena itu, ketika kita mengatakan bahwa “semua orang menuntut‘semua’ dalam arti potensial dan kemungkinan belaka…”

Pada masa Romawi, tuntutan akan demokrasi dengan pengertian; “Pemerintahan dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat”, tidak seperti sekarang. Tuntutan demokrasi saat itu hanya sebuah upaya untuk mewujudkan satu masyarakat yang tidak mengklasifikasikan anggota masyarakatnya, antara tuan dan hamba, atau kaum ningrat di satu pihak dan budak-budak di pihak lain. Artinya ada tuntutan persamaan antara individu yang satu dengan individu yang lain. Adapun sekarang, konsep demokrasi telah dihubungkan dengan ide tentang pemilu. Maka memberikan ‘hak pilih’ bagi semua individu dalam masyarakat, laki-laki atau perempuan, merupakan sebuah semangat persamaan (egaliter) yang realistis saat ini. (more…)