INDEPOLIS

Institute for Democracy and Political Justice
Subscribe

C. Tentang Organisasi Rakyat

August 11, 2009 By: indepolis Category: DOKUMENTASI

Apa Itu Organisasi Rakyat

Bagai mana Hubungan PPR dengan Organisasi Rakyat

1. Apa itu Organisasi Rakyat

Berdasarkan hasil pertemuan para pimpinan organisasi rakyat yang diselenggarakan pada bulan Februari 2005 di Bandung, organisasi rakyat dimaknai sebagai bentuk dari upaya massa rakyat atas dasar keyakinannya mengorganisasikan diri untuk melakukan perlawanan dan penataan secara sistematis terhadap negara sehingga terjaminnya pemenuhan, perlindungan dan pemajuan hak-hak rakyat. Organisasi rakyat terlahir untuk menantang otoritas formal pada isu-isu spesifik dengan memposisikan diri di luar proses-proses penentuan kebijakan. Ketika tantangan sudah tidak ada, organisasi rakyat kembali

pada jaringan sosial tersembunyi dimana mereka beroperasi, mengembangkan basis-basis pengorganisasian baru dan mengkonstruksi identias-identitas baru. Dengan kata lain, fungsi dan peranan utama yang tidak tergantikan dari organisasi rakyat adalah:

  • Mengakumulasi aspirasi anggota, membawa agenda-agenda perubahan sosial,
  • Melakukan praktek-praktek sosial (produksi dan reproduksi) bagi perubahan,
  • Melakukan kaderisasi pemimpin-pemimpin politik dan
  • Mengembangkan budaya gerakan massa sebagai kekuatan kontrol sekaligus penantang utama rezim yang tidak adil.

Dalam konteks interaksi antara organisasi rakyat dengan partai politik, hal-hal yang harus dimiliki oleh Organisasi Rakyat untuk memasuki arena politik dan menjalankan agenda-agenda politiknya adalah:

(1) organisasi rakyat harus memiliki platform organisasi yang jelas (agenda-agenda perubahan sosial yang jelas dan terumuskan serta disepakti bersama);

(2) memiliki basis massa (konstituen) yang jelas (definitif ) dan makin membesar serta menguat;

(3) memiliki strategi dan tata cara yang jelas dalam membangun relasi dan jaringan kerja politik;

(4) memiliki sistem kaderisasi dan kepemimpinan yang sistematik; dan

(5) terus-menerus harus mengembangkan kapasitas dalam membaca dan menganalisa perkembangan sosial-politik, serta merumuskan strategi-strategi yang tepat.

2. Bagaimana Hubungan PPR dengan Organisasi Rakyat

Secara umum, ada beberapa pola hubungan antara organisasi rakyat dengan partai politik. Pertama, ketika partai politik tersebut dibentuk, dibangun dan dikembangkan oleh organisasi-organisasi rakyat itu sendiri dengan segala kekuatan yang dimilikinya. Artinya, partai politik diposisikan sebagai instrumen (alat) politik bagi organisasi-organisasi rakyat untuk mencapai tujuan perjuangannya. Selain itu, partai politik juga diposisikan sebagai sarana untuk menjalankan proses pendidikan politik secara berkelanjutan pada basis-basis organisasi rakyat yang seringkali berawal dari ikatan-ikatan sosial-ekonomi semata. Kedua, ketika partai politik memposisikan dirinya sebagai oposan pada kekuatan politik yang berkuasa. Pada kondisi seperti ini, partai politik dengan organisasiorganiasi rakyat membangun jaringan sosial-politik untuk melakukan mobilisasi dan pengorganisasian untuk memberikan tekanan-tekanan berarti bagi rezim politik yang berkuasa.

PPR sebagai partai politik yang dirintis, dibangun dan dikembangkan oleh kekuatan utama para aktivis organisasi-organisasi rakyat, dengan sendirinya merupakan perwakilan langsung (representasi) dari agenda politik organisasiorganisasi rakyat. Artinya, dalam pola hubungan antara keduanya, organisasiorganisasi rakyat memiliki posisi untuk menentukan dan mengontrol arah, strategi dan kebijakan-kebijakan partai. (mengendalikan). Posisi dan peranan ini dijalankan dengan penempatan kader-kader yang diberi mandat organisasinya untuk menjadi pengurus atau calon legislatif yang diusung PPR. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa organisasi rakyat bukanlah underbouw PPR. Dengan konsep dan pola ini, maka hubungan mandatoris PPR dan organisasi rakyat adalah:

  • Pengurus/Caleg berkewajiban menjalankan agenda-agenda OR.
  • Organisasi Rakyat menjadi mitra PPR dalam mengembangkan PPR.
  • Organisasi Rakyat independen (menentukan sendiri, tanpa intervensi PPR) dalam menjalankan agenda-agenda perjuangannya.
  • Organisasi Rakyat dapat menarik kader-kadernya yang dipengurus ataupun di legislatif melalui PPR jika tidak menjalankan agenda-agenda Organisais Rakyat yang mengutusnya.

Oleh karena itu, pembagian peran antara organisasi rakyat dan PPR adalah:

  • PPR menyiapkan segala kebutuhan Administrasi untuk lolos verifikasi Depkumham dan KPU.
  • Dengan kekuatan utama basis-basis anggotanya, organisasi rakyat melakukan konsolidasi suara untuk upaya pemenangan.
  • Organisasi Rakyat mengutus kader-kader terbaiknya untuk menjadi pengurus maupun legislatif di PPR.
  • PPR melakukan proses-proses pendidikan politik secara berkelanjutan pada basis-basis pengorganisasian rakyat.[]

Leave a Reply